Social Icons

Pages

Wednesday, February 16, 2011

Menjajal Kehebatan GeForce 9800GT

Buat seorang gamer, tidak ada yang lebih membahagiakan selain mendapatkan hardware baru untuk mendukung hobby nge-gamenya. Dan semua sepakat, sebuah VGA Card yang hebat menjadi impian semua gamer, termasuk saya..
Pertengahan bulan ini, saat membahagiakan itu datang. Seorang teman memberikan sebuah VGA Berbasis Geforce 9800GT, baru dan cuma-cuma..!!

Rasanya seperti mimpi yang terkabul. He..he..
Walaupun Chip 9800GT berteknologi DDR3 termasuk agak lawas (saat ini VGA sudah menggunakan memori GDDR5), tapi dengan kapasitas memori 1Gb dan memori interface 256 Bit, VGA ini tidak dapat dipandang sebelah mata.

Oke, karena postingan ini berlabel Story Behind, maka tidak usah membahas yang teknis-teknis ya..
Yup, inilah paket yang datang itu: Sebuah VGA card berbasis GeForce 9800GT. VGA sendiri di buat oleh PixelView.



Dan setelah dibuka, bisa dibilang kardus yang gede itu tidak sebanding dengan isinya. Hanya terdapat sebuah VGA, 1 buah DVD Driver dan 2 buah DVD game "Runes Of Magic" yang sengaja disiapkan untuk menjajal kemampuan si VGA.

Kesederhanaan paket berbanding lurus dengan kecepatan instalasi. Mulai dari membuang driver VGA lawas, mengatur BIOS, memasang VGA hingga instalasi driver hanya membutuhkan sekitar 15 menit saja.
Dan inilah dia ketika sudah dipasang di mesin berbasis Athlon X2, Asus M3a78-VM, DDR2 2GB, dan simbbadda CST 9000N sebagai penguat suara.


Daaaann... Saatnya menjajal kemampuan si VGA. Tentu saja dengan game.
Pilihannya adalah game bawaan VGA (runes Of Magic), Batlefield Bad Company 2 dari EA games, dan Code of Honor 3; Desperate Measure dari City Interactive

Dengan mempertimbangkan kemudahan instalasi, maka Code Of Honor 3 dipilih. Dan ini juga sebagai pembanding, karena saat mengandalkan VGA onboard berbasis ATI 3200 dengan sideport memori dan share hingga mencapai 700mb, pada level pertama sudah terjadi lag.
Untuk menjajal game ini, saya meminta bantuan tester game profesional, saya hanya mengamati dari belakang saja. Begitu game diinstall, menggunakan fitur auto detect dari game yang bersangkutan, semua setting berada di level maximum. Waw..!!
Dan benar saja, game berjalan lancar, sama sekali tidak ada lag. Dan mulailah kamar dipenuhi suara dar der dor.. Apalagi sang Tester yang berumur 4 tahun kurang ini tidak berhenti bermain walaupun digoda dengan sebotol susu..
Ni dia nih..

Kapan-kapan kita coba bahas hal-hal teknis seputar VGA ya..

1 comment: